Ibadah Haji adalah merupakan moment paling penting dalam kehidupan setiap ummat manuasia yang beragama Islam, yang tidak bisa dilewatkan begitu saja untuk didokumentasikan baik melalui foto maupun rekaman video.Termasuk dalam perjalanan Ibadah Haji kami ( saya dan istri ) pada tahun 2007 yang lalu, hampir seluruh aktivitas ibadah haji kami, selalu kami abadikan dalam Foto melalui kamera digital maupun kedalam video melalui Handycam, yang tentu saja semua itu kami lakukan dengan sangat hati-hati disele-sela ritual Ibadah Haji, agar tidak mengganggu dan mengurangi nilai ibadah itu sendiri.
Namun ada pengalaman menarik yang tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup, yaitu ketika sedang menjalankan ibadah Umroh Sunnah, dimana saat akan memasuki Masjidil Haram melalui pintu 45 untuk melakukan Thowaf, Sa’i dan Tahllul, semua jamaah digeledah oleh Askar ( Polisi ), dan tas yang kami bawa diperiksa, tentu saja kami dengan tenang menyodorkan tas untuk diperiksa.
Diluar dugaan kami, ternyata Kamera Digital dan Handycam yang kami bawa dirampas oleh Askar, dan terjadilah perdebatan kecil antara kami dengan Askar tadi, yang pada akhirnya kami diberi pilihan, boleh masuk untuk melakukan Thowaf, Sa’i dan Tahallul, tetapi Kamera dan Handycam harus ditinggal dan bisa diambil lagi setelah keluar pintu tadi atau silahkan keluar, demikian kata Askar tadi dengan bahasa Arab plus bahasa isyarat.
Kami memang tidak mengira akan diperlakukan seperti itu, karena hari-hari sebelumnya tidak ada pemeriksaan di pintu masuk dan kami pun selalu lenggang kangkung masuk serta bisa mengambil foto dan video didalam Masjidil Haram dengan leluasa, memang sih sebenarnya mengambil foto dan video didalam Masjidil Haram dilarang.
Oleh karena itu kami memilih keluar dari pintu 45 dan kami pun akhirnya berputar mencari pintu lain yang kami anggap agak longgar penjagaannya, dan ternyata benar, begitu kami lewat melalui pintu 79 semuanya lancar-lancar saja, tak ada pemeriksaan seketat pintu 45
Dan akhrinya kami berdua bisa masuk dan melakukan ibadah Thowaf keliling Ka’bah 7 kali lalu melanjutkan dengan Sa’i lari-lari kecil bolak-balik antara Sofa dan Marwah juga sebanyak 7 kali yang diakhiri dengan Tahalul ( memotong beberapa helai rambut )
Usai melakukan ibadah tersebut, kami melanjutkan dengan berkeliling Masjidil Haram, termasuk naik ke lantai paling atas untuk mengambil gambar Foto dan Video.
Subhanallah, sungguh mengagumkan menyaksikan jutaan ummat Islam yang sedang memutari Ka’bah untuk melakukan Thowaf, kesempatan ini kami abadikan kedalam rekaman video, kami juga sempat merekam jamaah haji dari Indonesia yang berebutan memasuki Hijir Ismail dengan memanjat tembok setengah lingkaran. Masya Allah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar